Memaknai Pandemi dengan Filosofi Ketakutan: Catatan Bulan Juli 2021
Catatan ini dibuat dengan hasil refleksi saya dalam menghadapi Pandemi akhir-akhir ini. Wabah virus yang telah ditetapkan menjadi Pandemi semenjak bulan Maret tahun lalu, membawa banyak penyesuaian serta kecemasan sosial. Hari-hari dipenuhi rasa cemas, putus asa, serta lewah pikir. Belum selesai dengan perjuangan pada wabah gelombang pertama, varian baru virus kian berdatangan. Kali ini mutasi virus semakin cepat. Kami yang sedang berusaha membangun strategi koping untuk kembali bangkit, nampaknya harus berlapang dada, dan berusaha lebih tangguh. Maka, bukan hal janggal jika hasil survey kesehatan dari WHO menunjukan tingginya pemicu isu kesehatan mental di kala pandemi sekarang ini. Sejumlah faktor seperti kondisi kesehatan, kepedihan akan kehilangan pendapatan dan rencana masa depan, hingga kepiluan akan ditinggalkan orang-orang tersayang, menjadi beberapa dari sekian banyak faktor penyebabnya. Perjuangan pun masih terus berlanjut dan terasa lebih panjang. Kami yang sedang diru...

